12 Juli

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 564 kali

[Index Kalender Fransiskan]

12 JULI
SANTO YOHANES JONES DAN YOHANES WALL
MARTIR, ORDO I
(PFAK)
john-jones-n-john-wall

Yohanes Jones lahir di Inggris. Tetapi kemudian ia terpaksa mengungsi ke Perancis, dan di sana ditahbiskan menjadi imam. Setelah singgah di Roma, ia kembali ke Inggris dan berkarya pastoral. Ia ditangkap, disiksa dan akhirnya mati digantung, 12 Juli 1598. Yohanes Wall dilahirkan di Inggris. Ia terpaksa mengungsi ke Perancis dan di sana menjadi anggota Ordo Saudara Dina. Ia kembali ke Inggris dengan nama samaran. Selama 22 tahun ia berkarya pastoral. Ia ditangkap, disiksa hebat dan akhirnya mati digantung, 22 Agustus 1679.

Rumus umum Para Martir, Ibadat Harian hlm 878, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari dokumen Konsili Vatikan II “Lumen Gentium”, no. 22
Dewan para Uskup mengungkapkan kesatuan kawanan Kristus.

Seperti Santo Petrus dan para Rasul lainnya atas penetapan Tuhan merupakan satu Dewan para Rasul, begitu pula Imam Agung di Roma, pengganti Petrus, bersama para Rasul, merupakan himpunan yang serupa. Adanya kebiasaan amat kuno, bahwa para Uskup di seluruh dunia berhubungan satu dengan lainnya serta dengan Uskup di Roma dalam ikatan kesatuan, cinta kasih dan damai, begitu pula adanya Konsili-konsili yang dihimpun untuk mengambil keputusan-keputusan bersama yang amat penting, sesudah ketetapan dipertimbangkan dalam musyawarah banyak orang, semua itu memperlihatkan sifat dan hakekat kolegial pangkat Uskup. Sifat itu dengan jelas sekali terbukti dari Konsili-konsili Ekumenis, yang diselenggarakan disepanjang abad-abad yang lampau. Sifat itu tercermin pula pada kebiasaan yang berlaku sejak zaman kuno, yakni mengundang Uskup-Uskup untuk ikut berperan dalam mengangkat orang terpilih baru bagi pelayanan imamat agung. Seseorang menjadi anggota Dewan para Uskup dengan menerima tahbisan sakramental dan berdasarkan persekutuan hirarkis dengan Kepala maupun para anggota Dewan.

Adapun Dewan atau Badan para Uskup hanyalah berwibawa bila bersatu dengan Imam Agung di Roma, pengganti Petrus, sebagai Kepalanya, dan selama kekuasaan Primatnya terhadap semua, baik para Gembala maupun para beriman, tetap berlaku seutuhnya. Sebab Imam Agung di Roma berdasarkan tugasnya, yakni sebagai Wakil Kristus dan Gembala Gereja semesta, mempunyai kuasa penuh, tertinggi dan universal terhadap Gereja; dan kuasa itu selalu dapat dijalankannya dengan bebas. Sedangkan Badan para Uskup, yang menggantikan Dewan para Rasul dan tugas mengajar dan bimbingan pastoral, bahkan yang melestarikan Badan para Rasul, bersama dengan Imam Agung di Roma selaku Kepalanya, dan tidak pernah tanpa Kepala itu, merupakan subjek kuasa tertinggi dan penuh juga terhadap Gereja; tetapi kuasa itu hanyalah dapat dijalankan dengan persetujuan Imam Agung di Roma. Hanya Simonlah yang oleh Tuhan ditempatkan sebagai batu karang dan juru kunci Gereja (lih. Mat 16:18-19), dan diangkat menjadi Gembala seluruh kawanan-Nya (lih. Yoh 21:15 dsl.). Tetapi tugas mengikat dan melepaskan, yang diserahkan kepada Petrus (lih. Mat 16:19), ternyata diberikan juga kepada Dewan para Rasul dalam persekutuan dengan Kepalanya (lih. Mat 18:18; 28:16-20). Sejauh terdiri dari banyak orang, Dewan itu mengungkapkan kemacam-ragaman dan sifat universal Umat Allah; tetapi sejauh terhimpun dibawah satu kepala, mengungkapkan kesatuan kawanan Kristus. Dalam Dewan itu para Uskup, sementara mengakui dengan setia kedudukan utama dan tertinggi Kepalanya, melaksanakan kuasanya sendiri demi kesejahteraan umat beriman mereka, bahkan demi kesejahteraan Gereja semesta; dan Roh Kudus tiada hentinya meneguhkan tata-susunan organis serta kerukunannya. Kuasa tertinggi terhadap Gereja seluruhnya, yang ada pada dewan itu, secara meriah dijalankan dalam Konsili Ekumenis. Tidak pernah ada Konsili Ekumenis, yang tidak disahkan atau sekurang-kurangnya diterima baik oleh pengganti Petrus. Adalah hak khusus Imam Agung di Roma untuk mengundang Konsili itu, dan memimpin serta mengesahkannya. Kuasa kolegial itu dapat juga dijalankan oleh para Uskup bersama Paus, kalau mereka tersebar diseluruh dunia, asal saja Kepala Dewan mengundang mereka untuk melaksanakan tindakan kolegial, atau setidak-tidaknya menyetujui atau dengan bebas menerima kegiatan bersama para Uskup yang terpencar, sehingga sungguh-sungguh terjadi tindakan kolegial.

LAGU BERGILIR
P: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini aku akan mendirikan Gereja-Ku. U: Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan surga. P: Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Gembalakanlah domba-domba-Ku. U: Kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan surga.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah membuat martir-martir-Mu yang kudus menjadi pembela unggul iman katolik; kami mohon, berilah agar berkat pengantaraan mereka, semua umat yang membanggakan nama Kristiani sampai kepada kesatuan iman yang benar. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Kerajaan Surga itu kepunyaan orang-orang yang meremehkan kehidupan dunia ini dan memperoleh pahala Kerajaan; mereka telah mencuci jubahnya di dalam darah Anak Domba.

KIDUNG MARIA
Antifon: Bersukacita di surgalah jiwa orang-orang kudus, yang telah mengikuti jejak Kristus, dan karena mereka telah ditumpahkan darahnya demi kasih kepada-Nya, maka sekarang mereka bersorak-sorai bersama Kristus dengan tiada henti-hentinya.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM