12 Januari

30/01/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 542 kali

[Index Kalender Fransiskan]

12 JANUARI
BEATO BERNARDUS DARI KORLEONE
BIARAWAN, ORDO I
(PFAK)

bernardus-dari-corleone-1

Bernardus dilahirkan di Corleone, Sisilia, tanggal 6 Februari 1605. Mula-mula ia menjadi tukang sepatu, tetapi juga gemar beradu. Ditantang lawannya, orang itu luka parah, ia kalah. Itulah yang menjadi alasan ia bertobat dan masuk Ordo Kapusin. Selaku bruder ia menonjol karena cinta kasihnya kepada sesama dan karena ulah tapanya yang keras. Ia meninggal tanggal 12 Januari 1667 di Palermo.

Rumus umum Pria Kudus Biarawan, Ibadat Harian hlm 953, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari khotbah Santo Bonaventura.
Hendaklah kita berbuat baik dan menderita bersama Kristus.

Salib itu sendiri adalah mengerikan, khususnya di hadapan sengsara Kristus. Namun demikian, patutlah diinginkan, karena memberikan kehidupan yang dikejar dan diinginkan semua orang, yaitu kehidupan kekal. Tiada seorang pun yang sedemikian jahatnya sampai berani mengatakan bahwa ia tidak mengejar dan menginginkan hidup kekal itu.Kendati demikian, orang jahat mengusahakan dan menginginkannya tidak secara layak; sebab mereka mau memiliki sekaligus hidup kekal dan hidup dalam kehinaan serta kebusukan dosanya.

Saudara-saudara terkasih, jalan ini tidak menuju hidup kekal, melainkan hanya jalan melalui jembatan Kristus. Jadi melalui salib, melalui perjuangan melawan musuh dan melalui kemenangan atas mereka. Dipandang secara lahiriah, salib memang nampak mengerikan, tetapi secara batiniah, sungguh patut diinginkan. Dilihat secara lahiriah belaka, salib nampak sebagai kayu palang maut, tetapi dipandang secara batiniah, nampaklah misteri salib itu sebagai pohon kehidupan, justru karena Dia yang bergantung padanya. Memang salib adalah sumber kehidupan dan memberikan hidup karena ia mencurahkan rahmat. Dalam surat kepada umat di Roma ada tertulis: “Upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup kekal” (Rom 6:23). Salib adalah kayu yang memberikan hidup berahmat; dengan itu kita diperbarui dalam Kristus, diperbaharui oleh embun rahmat pertobatan.

Kayu manakah yang memiliki daya yang dapat membawa orang dari kelayuan kepada kesuburan, dan dari kematian kepada kehidupan? Bukankah kayu salib Kristus semata-mata? Mengapa Putra Allah menderita sengsara hanya untuk bangsa manusia dan bukan untuk para malaikat? Sebab hanya manusialah …. yang dapat menerima pertobatan dan bukan malaikat. Nah, manusia adalah kayu yang oleh kelembaban air, yaitu oleh karena pertobatan, dapat sampai kepada kesuburan.

Jadi salib adalah kayu yang memberikan hidup berahmat. Oleh karena itulah kita yang begitu sering mengalami kematian akibat dosa kita, mau merindukan kayu itu; kita mau bermatiraga dan menderita bersama Kristus. Rasul Petrus berkata: “Karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian” (1 Ptr 4:1). Jika kita tidak melakukan ulah tapa maka aku tidak melihat kemungkinan,bagaimana kita dapat mempertanggung-jawabkannya dalam pengadilan kelak. Jadi, jika engkau hendak menghasilkan buah roh, maka engkau harus mematiragakan dagingmu. Yohanes menunjukkan kepada kita, dengan teladan Kristus: “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24). Jadi, jika kita bersama Kristus yang telah mati, – bahkan mati disalib – mau memetik buah kayu salib itu, maka kita mesti disalibkan bersama Dia, agar dapat menghasilkan buah rohani.

Saudara-saudara terkasih, barangsiapa hendak menemukan Tuhan, ia menemukan-Nya di Salib. Siapa yang meninggalkan salib, meninggalkan Tuhan juga. Siapa yang diliputi dengan keinginan kepada salib dan kepada Tuhan, menemukan Tuhan di sana. Dan ia menemukan-Nya bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan curahan rahmat.

LAGU BERGILIR
P: Saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. U: Itulah ibadatmu yang sejati. P: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. U: Itulah ibadatmu yang sejati.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau membuat beato Bernardus dari Korleone menjadi teladan pertobatan dari kebajikan kristiani. Semoga Roh-Mu memenuhi kami juga, agar kami pun dapat berada di hadapan-Mu dalam iman dan karya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Terpujilah Allah yang telah memilih kita demi kasih-Nya, agar kita hidup kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

KIDUNG MARIA
Antifon: Barangsiapa mau menjadi murid-Ku, ia harus menyangkal dirinya sendiri, memikul salibhnya setiap hari dan mengikuti Aku.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM