11 Mei

06/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 512 kali

[Index Kalender Fransiskan]

11 MEI
SANTO IGNASIUS DARI LACONI
BIARAWAN, ORDO I
(PFAK)

02-ignasius-dari-laconi-2

Ignasius dilahirkan di Laconi, Italia, pada tanggal 10 Desember 1701. Setelah masa muda yang saleh Ia masuk Ordo Kapusin tahun 1721. Mula-mula ia bertugas sebagai tukang jahit. Kemudian selama hampir 40 tahun ia menjadi pengumpul derma untuk biara di Cagliari. Dalam menjalankan tugasnya itu ia merupakan teladan kesahajaan dan kebajikan kepada dunia. Ia dikaruniai karunia untuk meramal dan sanggup menyelami rahasia batin. Ia sering membuat mukjizat sehingga dijuluki “pembuat mukjizat”. Ia meninggal di Cagliari 11 Mei 1781.

Rumus umum Pria Kudus Biarawan, Ibadat Harian hlm 936 dan 953, kecuali:

BACAAN I

Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari karya Santo Bonaventura: “Cara hidup sempurna untuk para suster”

Bab V: Kerajinan Berdoa
(1) Penting sekali bahwa seorang mempelai Kristus yang ingin maju dalam kesempurnaan, melatih dirinya terus-menerus dalam hal rajin berdoa dan dalam latihan-latihan saleh. Sebab sesungguhnya, seorang religius yang suam-suam kuku dan acuh tak acuh, yang tidak tekun dalam melakukan doa; bukan saja malang dan tak berguna, melainkan, bahkan di hadapan Allah, ia pun mengemban jiwa yang mati dalam tubuh yang hidup.
Tetapi doa yang takwa mempunyai daya guna sedemikian besarnya sehingga mampu menghadapi segala sesuatu dan setiap saat orang dapat menarik manfaatnya: di musim dingin dan di musim panas, sewaktu cuaca panas terik dan cuaca hujan, malam dan siang, pada hari raya dan hari kerja, di waktu sakit dan di waktu sehat, waktu muda dan tua renta, waktu berdiri, duduk atau berjalan, di dalam gereja dan di luar gereja. Juga lebih dari itu: kadang-kadang dalam satu jam berdoa diperoleh lebih banyak untung dari pada nilai seluruh dunia, sebab dengan doa singkat tetapi hangat, manusia memperoleh kerajaan surga.
(2) Untuk doa yang sempurna, diperlukan tiga hal. Pertama, pada waktu anda mau berdoa menegakkan badan dan mengangkat hati serta menutup semua indera, hendaklah anda dalam keheningan, dengan hati yang sedih dan remuk redam merenungkan kemalangan anda yang sekarang, yang sudah lampau dan yang akan datang. (…)
(3) Hal kedua yang perlu bagi seorang mempelai Allah ialah bersyukur. Hendaklah ia bersyukur kepada Pencipta dengan segala kerendahan hati atas segala kebaikan yang sudah diterima dan yang masih akan datang. Sebab tak sesuatu pun yang membuat manusia begitu layak menerima anugerah Allah dari pada berterimakasih kepada-Nya berulang kali atas sekian banyak anugerah yang telah diterimanya. (…)
(4) Syarat ketiga, untuk doa yang sempurnya ialah, agar pikiran anda melulu memikirkan apa yang sudah anda percakapkan dalam doa. Sangat tidak pantaslah, kalau seseorang berbicara dengan Allah hanya dengan mulut belaka, sedang hatinya sibuk dengan pikiran yang lain, sehingga separuh hatinya diangkat ke surga, sedangkan separuhnya lagi tertahan di dunia ini. (…)
(5) Janganlah terpedaya, janganlah tertipu, janganlah engkau sia-siakan buah doa anda yang melimpah itu, janganlah kehilangan kemanisannya; jangan sampai kesedapan yang mestinya anda peroleh dari padanya, dirampas. Sebab doa adalah sebuah timba untuk menimba rahmat Roh Kudus dari sumber kenikmatan yang berlimpah, yakni Allah Tritunggal yang Mahakudus. (…)
Jika engkau berdoa, pusatkanlah seluruh dirimu, masukilah bersama sang Kekasih bilik hati anda, dan tinggallah di sana sendirian bersama Dia sendiri, seraya melupakan segala sesuatu yang berada di luar. Lalu, hanyutkanlah diri anda dengan segenap cinta dan budi kasih sayang, kerinduan dan rasa takwa. Dan janganlah anda kendorkan hati anda dalam doa, tetapi, terdorong oleh hangatnya kepasrahan anda, hendaklah anda terus naik ke atas, sampai anda masuk ke kemah mulia, ke dalam rumah Allah.

LAGU BERGILIR

P: Hormatilah Tuhan dengan murah hati. Dalam perbuatan-perbuatanmu yang baik tunjukanlah roman muka yang riang. U: Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Alleluya. P: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak pula. U: Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Alleluya.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah menghantar Santo Ignasius dari Laconi ke jalan kesahajaan dan ketulusan, dan telah menganugerahi dia cinta kasih yang besar kepada saudara-saudaranya. Berilah supaya kami rajin mengikuti teladannya dan membuat hidup kami menjadi karya cinta kasih. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. Alleluya. (Yoh 13:35)

KIDUNG MARIA
Antifon: Apa yang bodoh di dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. Alleluya. (1Kor 1:27)


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM