11 Agustus

15/06/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 838 kali

[Index Kalender Fransiskan]

11 AGUSTUS
SANTA KLARA DARI ASISI
PERAWAN, ORDO II
(HARI RAYA)

11-klara-dari-asisi-2Pendiri peserta Ordo II, Klara, dilahirkan di Asisi pada tahun 1193. Santo Fransiskus menerimakan jubah kebiaraan kepada Klara di gereja kecil Portiuncula. Kemudian ia menetap di San Damiano. Ia menempuh hidup dalam kemiskinan menurut jiwa Santo Fransiskus. Banyak gadis mengikuti teladannya, antara lain dua adiknua, bahkan juga ibunya. Dengan bakti dan doanya kepada Sakramen Mahakudus, konon ia menyelamatkan kota Asisi dari serbuan kaum Sarasen. Setelah sakit yang lama, ia meninggal pada tgl 11 Agustus 1253.

IBADAT SORE I

MADAH

Mari kita bergembira
Mengenangkan santa Klara
Mari bermadah memuja
Putri keluarga mulya

Trimalah pujian kami
Perawan nan suci murni
Engkau bagaikan mentari
Menerangi sluruh bumi.

Semenjak muda belia
Di puri indah jelita
Engkau menyinarkan terang
Dengan obor kebajikan.

     Tanganmu slalu terbuka
Terhadap orang yang papa
Makananmu kausisihkan
Bagi orang kelaparan.

Dengan pantang dan bertapa
Kaupermulya jiwa raga
Dan malam pun kausucikan
Dengan jaga tirakatan.

Agungkanlah Allah Bapa
Bersama Putra dan Roh-Nya
Yang hidup dan berkuasa
Sepanjang segala masa.

Amin.

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Hai para putri, datanglah menghadap Tuhan dan bersemaraklah.
Mazmur dan Kidung dari Rumus S. P. Maria, Ibadat Harian hlm 844.
Ant. 2. Ia diangkat menjadi penjaga kebun anggur yang berbunga semerbak harum mewangi.
Ant. 3. Ia dipilih Tuhan, untuk menjadi kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

BACAAN SINGKAT
(Keb 6:12-13)
Kebijaksanaan bersinar dan tidak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. Ia mendahului memperkenalkan diri kepada dia yang menginginkannya.

LAGU SINGKAT
P: Allah yang mahakuasa * menguatkan daku. U: Allah. P: Ia membuat hidupku tanpa cela. U: Menguatkan. P: Kemuliaan. U: Allah.

KIDUNG MARIA
Antifon: Aku sangat bergembira dalam Tuhan dan bersorak riang dalam Allahku, sebab Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan menghiasi aku bagaikan mempelai dengan mahkota.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita merayakan dengan meriah Kristus Tuhan, Mempelai para perawan, Anak Domba Tak Bernoda, yang diikuti para perawan ke mana pun Ia pergi, seraya berkata:
U: Yesus, Raja para perawan, dengarkanlah doa kami.
Kristus, Engkau memuji para pemelihara keperawanan demi kerajaan surga, * buatlah agar kami memahami sabda-Mu dengan tepat dan melekat pada-Mu dengan tubuh suci serta budi murni.
Kristus, Engkau telah mengurbankan tubuh-Mu kepada Bapa di kayu salib, demi keselamatan kami, * berilah supaya kami dengan menyalibkan tubuh, cacat-cacat dengan segala keinginannya, dapat memenuhi kekurangan dalam sengsara-Mu.
Kristus, Engkau telah memuliakan Gereja selaku perawan suci murni bagi diri-Mu semata-mata, * dan semoga kami dapat memelihara iman dengan bersih, utuh tak terbagi.
Kristus, Engkau telah memperkenankan kami bersukacita atas pesta Santa perawan Clara, * semoga berkat perantaraannya, kami selalu ternyata p antas adanya.
Bapa kami.

DOA PENUTUP
Dari Ibadat Pagi.

Pembukaan Ibadat Harian
Antifon:
Marilah kita menyembah Kristus Raja, yang dicintai Klara dengan segenap hati.

IBADAT BACAAN

MADAH

Mari lambungkan bersama
Nyanyikan madah perawan
Putri Maria sejati
Santa Clara kebanggaan.

Putri sulung kaum papa
Namun kaya dalam surga
Trima ganjaran nan mulia
Karunia jasa hidupnya.

Laksana bintang cemerlang
Bercahya kesuciannya
Disinarkan oleh Bapa
Tersebar ke sluruh dunia.

     Turut bimbingan Fransiskus
Didapatnya jalan baru
Hidup miskin tanpa syarat
Ditaati penuh cermat

Berkat asuhan Maria
Ikuti Yesus Tuhannya
Hidup baru mempesona
Pembawa slamat dunia.

Pada-Mu ya Bapa Mulia
Diagungkan serta Putra
Di dalam Roh Sang Pembaru
Kemenangan putri surga.
Amin.

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Ia memusatkan perhatian pada perkara Tuhan, supaya kudus tubuh dan jiwanya.
Mazmur dan Kidung dari Rumus Para Perawan, Ibadat Harian hlm 926.
Ant. 2. Segala sesuatu dianggapnya rugi, maka didapatinya harta yang lebih baik dan tetap.
Ant. 3. Ditanggalkannya pakaian kebesaran dan ditundukkannya tubuhnya dengan puasa.

BACAAN I
Pembacaan dari Kitab Sirakh (Fil 3:7-16.20-21;4:4-9)

Karena Kristus segala sesuatu kuanggap rugi; aku mau menjadi serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya.
Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.

Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

LAGU BERGILIR
P: Kita bersyukur kepada Allah atas kasih karunia yang telah diberikan kepada kita dalam Kristus Yesus. U: Karena di dalam Dia kita telah menjadi kaya dalam segala hal. P: Ia juga akan meneguhkan kita hingga akhir, pada hari kedatangan Tuhan. U: Karena.

BACAAN II
Pembacaan dari surat Santa Klara, perawan, kepada Santa Agnes dari Praha.
Perhatikanlah kemiskinan, kerendahan hati dan kasih Kristus.

Sungguh berbahagialah orang yang dianugerahi untuk memperoleh pergaulan kudus, sehingga berpaut dengan segenap hati kepada-Nya; Dia, yang keindahan-Nya selalu dengan tak kunjung putus dikagumi kalangan berbahagia surgawi, yang kasih-Nya menggerakkan kita; merenungkan-Nya menyegarkan kita, kebaikan hati-Nya meliputi kita dengan sedap, bau semerbak-Nya akan menghidupkan orang-orang mati, dan memandang kemuliaan-Nya akan membahagiakan para warga Yerusalem surgawi. Ada pun Yerusalem surgawi itu adalah cahaya kemuliaan abadi, “pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda” (Keb 7:26).

Maka, lihatlah setiap hari di dalam cermin ini, hai tuan puteri, mempelai Kristus, dan cerminkanlah wajahmu terus-menerus di dalamnya; sehingga demikian engkau bersolek seluruhnya lahir dan batin dengan busana dan sabuk beraneka warna, yaitu berhias dengan bunga-bunga serta busana segala keutamaan, sebagaimana layaknya seorang puteri dan mempelai suci murni Raja yang mahatinggi.

Di dalam cermin yang khusus ini bercahayalah kemiskinan yang mahaluhur, kerendahan hati yang suci dan kasih yang tak terhingga; dibantu rahmat Allah, engkau dapat melihat itu di seluruh cermin. Mengagumkan sungguh kemiskinan yang mencengangkan! Raja para malaikat, Tuhan langit dan bumi, berbaring di dalam palungan. Adapun di tengah-tengah cermin pandanglah kerendahan hati, paling tidak kemiskinan yang berbahagia, jerih payah dan penderitaan yang tak terkatakan yang ditanggung-Nya untuk penebusan bangsa manusia. Pada akhirnya cermin itu juga, pandanglah kasih yang tak terhingga, yang dengan-Nya Ia mau menderita pada kayu salib dan mau mati padanya secara jauh lebih keji dari pada segala cara lainnya.

Dari sebab itu, cermin yang ditaruh pada kayu salib itu, yaitu Kristus, menyampaikan nasehat ini kepada orang-orang yang lewat: “Hai kamu sekalian yang berlalu, pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan seperti kesedihan yang ditimpakan Tuhan kepadaku?” (Rat 1:12). Ia berseru dengan lantang, Ia meratap. Hendaklah kita menjawab serentak dan sehati: “Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.” (Rat 3:20). Oleh karena itu hai Ratu, puteri Raja surgawi, biarlah anda selalu semakin kuat bernyala api kasih anda! Dan lagi pandanglah kenikmatan yang tak terhingga, kekayaan dan kehormatan abadi, dan sambil mendambakannya karena keinginan dan cinta kasih hatimu yang tak terbatas, berserulah: Hai pengantin surgawi, “Tariklah aku di belakangmu, dan kami hendak mengikuti Engkau dalam keharuman semerbak mewangi” (Kid 1:3).

Aku hendak berlari dan tidak berhenti, sampai Ia menghantar aku masuk pondok kebun anggur-Nya, sampai lengan kiri-Nya menjangga kepalaku dan tangan kanan-Nya memeluk aku,” hingga Engkau mencium aku dengan ciuman mulut yang membahagiakan.

Di dalam renungan, ingatlah akan ibunda yang papa dan kecil ini, dan ketahuilah, bahwa kenangan bahagia akan anda tertulis hingga tak terhapus pada batu tulis hatiku, karena anda lebih tersayang bagiku dari pada semua orang.

LAGU BERGILIR
P: Klara, puteri Fransiskus yang amat pantas, menghinakan kesia-siaan dan kemegahan duniawi; * ia merambatkan kemurnian hidup, terpelihara di seluruh dunia. U: Klara. P: Ia berpaut erat pada Kristus, sang Pengantin; ia melahirkan bagi-Nya puteri-puteri, perawan yang tak terbilang jumlahnya. U: Ia merambatkan.

Madah “Allah Tuhan kami”.

DOA PENUTUP
Lihat di bawah (Ibadat Pagi).

IBADAT PAGI

MADAH

Salam bunda santa Clara
Putri cahaya ilahi
Dengan m’riah kami kenang
Di dunia hingga surga.

Kenikmatan dunia fana
Kautolak kauanggap hampa
Ikuti Sang Anak Domba
Berpesta di taman bakung.

Kaujaga kesucianmu
Dengan jalan kebajikan
Kaubimbing kawanan prawan
Kepada Kristus Pengantin.

     Dengan kerendahan hati
Di bawah panji Fransiskus
Mengalahkan tiga lawan
Daging, dunia serta setan.

Kini cemerlang sinarmu
Bersama di takhta Bapa
s’moga para pengikutmu
beroleh bahgya yang sama.

Atas jasa santa Clara
Diagungkan senantiasa
Bapa, Putra dan Roh Cinta
Disembah sepanjang masa.
Amin.

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Tangan Tuhan meneguhkan dia, maka ia terberkati selamanya.
Mazmur dan kidung dari Hari Minggu I, Ibadat Harian hlm. 390.
Ant. 2. Tuhan memberkati dia dan menghancurkan musuh dengan perantaraannya.
Ant. 3. Segala kesusahan diserahkannya kepada Allah. Pada Tuhanlah ia berharap, maka ia selamat.

BACAAN SINGKAT
(Yes 58:10-11)
Terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

LAGU SINGKAT
P: Hatiku * bersorak sorai dalam Tuhan U: Hatiku. P: Dan bersukacita atas keselamatan-Nya. U: Bersorak. P: Kemuliaan. U: Hatiku.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Santa Perawan Clara mengingkari diri dan memanggul salibnya; dengan demikian ia mengikuti Tuhan, pengantin para perawan.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita mohon kepada Bapa Maharahim asal sumber segala anugerah yang sempurna, dan dengan rendah hati berkata:
U: Dengarkanlah kami, ya Tuhan.
Engkaulah satu-satunya yang kudus serta kebaikan tertinggi, * lipat-gandakanlah dalam Gereja-Mu orang-orang kudus, yang dengan cinta kasihnya yang besar menghantar banyak orang kepada-Mu.
Engkau telah memberi kami Santa Clara sebagai Ibu dan teladan, * buatlah kami juga, agar dengan mengikuti jejaknya, mengabdi Engkau dalam kemiskinan dan kerendahan hati.
Engkau adalah jalan, kebenaran dan kehidupan, * curahkanlah daya roh injili atas Ordo Serafin, supaya seturut teladan Santa Clara menjadi putra-putri Gereja sejati.
Engkau adalah sumber kebijaksanaan, * nyalakanlah hati kami dengan api kasih-Mu, agar dengan merenungkan sabda-Mu, selalu memilih bagian yang terbaik.
Engkau menghendaki dari orang-orang pilihan-Mu hasil buah kesabaran, * limpahkanlah karunia Roh Kudus-Mu, agar menyertai kami, dalam membagikan damai dan sukacita kepada para saudara-saudari kami.
Bapa kami.

DOA PENUTUP
Allah yang berbelaskasih, Engkau telah menjiwai hamba-Mu Santa Clara dengan kemiskinan; Semoga dengan bantuan doa-doanya, kami dapat mengikuti Kristus dalam semangat kemiskinan dan dengan sukacita memandang kemuliaan di dalam kerajaan surga. Kami mohon ini dengan perantaraan Yesus Kristus Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah yang Esa, kini dan sepanjang masa. Amin.

IBADAT SIANG

• Bila dirayakan sebagai Pesta, Antifon dan Mazmur diambil dari hari yang bersangkutan.
• Bila dirayakan sebagai Hari Raya, mempunyai Antifon khusus, dengan Mazmur-mazmur tambahan.
• Bila jatuh pada hari Minggu, Mazmur dan Kidung dari hari Minggu Pekan I.

ANTIFON IBADAT SIANG I
Kekasihku mulai berbicara: “Bangunlah manisku, jelitaku, merpatiku, marilah!”
Bacaan Singkat (Keb 7:7-8.10)
Aku bermohon lalu roh kebijaksanaan datang kepadaku. Dialah yang lebih kuutamakan dari pada tongkat kerajaan dan takhta, dan dibandingkan dengannya kekayaan kuanggap bukan apa-apa. Ia kukasihi lebih dari kesehatan dan keelokan rupa, dan aku lebih suka memiliki dia dari pada cahaya, sebab kilau dari padanya tidak kunjung hentinya.
P: Cahaya kebijaksanaan tidak kunjung padam.
U: Bersama dia, datanglah segala kebaikan kepadaku.

ANTIFON IBADAT SIANG II
Kutemui jantung hatiku, kupegang dia dan tidak kulepaskan.
Bacaan Singkat (Keb 4:1-2)
Betapa indahnya keturunan suci yang cemerlang! Sebab kenangan akan keutamaan adalah baka, karena dikenal baik oleh Allah maupun oleh manusia. Jika ada keutamaan maka diteladan, jika sudah lenyap maka dirindukan orang. Selama-lamanya ia jaya sambil memakai karangan, karena telah menang dalam gelanggang pertandingan yang tak bercela.
P: Clara mempelai Kristus, terimalah mahkota!
U: Yang telah disiapkan Tuhan bagimu untuk selama-lamanya.

IBADAT SORE II

MADAH
Dari Ibadat Sore I, atau boleh juga dari Ibadat Bacaan.

PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1. Cahaya santa Clara meliputi bumi, kesuciannya memancarkan tunas-tunas suci.
Mazmur dari rumus umum S. P. Maria, Ibadat Harian hlm 857.
Ant. 2. Untuk menyinarkan Kristus, Santa Clara mengaibkan kemuliaan dunia yang fana dengan percaya kepada Tuhan, Allahnya.
Ant. 3. Perawan Clara bergembira dan secara mengagumkan diselaminya kebijaksanaan Kristus yang beraneka ragam.

BACAAN SINGKAT (Kid 6:3; 8:6-7)
Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, nyalanya adalah nyala api; Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta

LAGU SINGKAT
P: Ia diantar masuk ke dalam istana Raja. * Di atas kepalanya ditaruh makhkota. U: Ia. P: Mahkota kesucian, kemuliaan dankehormatan. U: Di atas. P: Kemuliaan. U: Ia.

KIDUNG MARIA
Antifon: Salam, Santa Clara, engkaulah mempelai Kristus, perawan suci, penuntun para saudari. Hantarlah kami ke dalam kerajaan surgawi.

DOA PERMOHONAN
Sama dengan Ibadat Sore I, dengan tambahan permohonan terakhir sebagai berikut:
Kristus, atas undangan-Mu telah Kauterima para perawan kudus datang ke perjamuan pernikahan, * terimalah juga para kaum kerabat kami, yang telah Kaupanggil masuk ke dalam bangsal perjamuan surgawi.
Bapa kami.

DOA PENUTUP
Lihat di atas.

(sumber: Antifonal Serafik, Biara Santa Clara, Pacet 2011, hlm 89-103)

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *