10 Juli

08/03/2012
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 499 kali

[Index Kalender Fransiskan]

10 JULI
SANTA VERONIKA GIULIANI
PERAWAN, ORDO II
(PW)
veronica-giuliani-1

Veronica, yang nama baptisnya Ursula, dilahirkan di Marcatelli, Italia, pada tahun 1660. Dalam tahun 1677 ia masuk biara Klaris Kapusin dan menjadi Abdis. Ia menonjol dalam ulah-tapa, mati raga dan kontemplasi. Dengan jalan itu ia berusaha menyerupai Kristus tersalib, yang akhirnya memberi Veronika anugerah stigmatisasi. Ia meninggal tahun 1727.

Rumus umum Para Perawan, Ibadat Harian hlm 926, kecuali:

BACAAN I
Lihat petunjuk Penanggalan Liturgi.

BACAAN II
Pembacaan dari buku harian Santa Veronika Giuliani:
Aku rela mengorbankan darah dan hidupku demi bertobatnya jiwa-jiwa.

Hari ini, derita pada tangan, kaki dan lambungku kambuh lagi; tetapi malam yang berharga kulalui penuh siksaan dan sengsara: syukur kepada Allah! Tadi pagi, aku menerima sakramen pengakuan; dari padanya aku menimba kekuatan untuk menderita lebih banyak lagi. Dan dalam komuni kudus, aku pun mengalami rahmat Allah yang berkuasa dan bertakta dalam sanubariku, dengan cara rohani yang baru, entah bagaimana. Dan lagi, sejak beberapa hari ini aku mengalami adanya karya suci tertentu di dalam hatiku, yang tak dapat kutentukan coraknya. Dari sebab itu, aku hanya hendak menggambarkan akibat yang ditinggalkan karya suci itu dalam diriku.

Akibat pertama adalah keinsyafan yang pedih atas kesalahanku, keinginan yang mendesak akan bertobatnya jiwa-jiwa, untuk ujud itu aku rela mengurbankan darah dan hidupku; dan lagi, kepercayaan tak terhingga kepada kerahiman Allah dan kepada kasih sayang serta cinta kasih Santa Perawan Maria. Akibat yang kedua adalah: manakala aku merasa ditinggalkan dan dibenamkan dalam lautan godaan, maka pada saat aku mengalami perasaan gaib itu, aku pun puas kembali, dilimpahi dengan kedamaian luhur, yang berakar kokoh dalam kehendak Allah.

Adapun akibat yang ketiga ialah begini: bilamana aku merasa batinku disesakkan oleh gangguan-gangguan setan dan secara lahir disibukkan oleh hal-hal lain, demi tugas berjalan ke sana kemari, bersibuk dengan ini dan itu, maka tenaga gaib itulahn yang mengerjakannya sampai aku melaksanakan semuanya, walaupun aku tidak merasakan sehingga pekerjaan itu selesai, dan aku pun tidak tahu bagaimana. Hal itu terutama terjadi dalam kegiatan-kegiatan penting seperti: waktu menerima sakramen-sakramen, waktu berdoa dan percakapan rohani, yang biasa dilakukan di antara kita. Aku dihinggapi rasa mual, gersang dan kosong, sehingga nampaknya aku mungkin lebih lama lagi menanggung hidup semacam ini. Dalam keadaan demikian, pergi kepada Bapa pengakuan kukira hanya pemborosan waktu saja. Namun demikian, begitu aku menangkap arti dari tenaga yang ada dalam hatiku itu, maka segera kutemukan bahwa aku diteguhkan oleh kekuatan sebesar itu; sehingga dalam kesengsaraan sebesar apapun bahkan dalam rintangan dan mati rasa, pekerjaan apa saja, meski sukar sekali pun menjadi mudah bagiku. Semuanya demi kemuliaan Allah!

LAGU BERGILIR
P: Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta itu kuat laksana maut. U: Aku punya kekasihku, dan kepunyaankulah kekasihku. P: Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. U: Aku punya kekasihku, dan kepunyaankulah kekasihku.

DOA PENUTUP
Ya Allah, dengan cara yang mengagumkan, Engkau telah menandai Santa Veronika dengan tanda sengsara Putera-Mu. Semoga berkat teladan dan pengantaraannya, kami dapat memeluk salib dengan patuh dan menjadi serupa dengan Kristus, sehingga kami bergembira atas permakluman kemuliaan-Nya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

KIDUNG ZAKARIA
Antifon: Hatiku bersukaria karena Tuhan, dan hatiku lapang, sebab aku bersukacita atas pertolongan-Mu.

KIDUNG MARIA
Antifon: Kristus jelas-jelas dipermuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh kematianku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.


Proprium ini disalin seperti apa adanya dari seri Perantau yang diterbitkan SEKAFI tahun 1989 – 1994 oleh P. Alfons Suhardi OFM