“Ternyata Cowok e Mbak”

05/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 1.460 kali

Jubah fransiskan yang khas itu ternyata bisa menimbulkan tanda tanya bagi orang lain. Sdr. Eddy K pernah mengalaminya dalam sebuah penerbangan dari Roma ke Jakarta waktu cuti. Demi menghemat ongkos pengeluaran, saudara kita ini naik pesawat Kuwait yang lebih murah hampir separo dari pesawat-pesawat Eropa (waktu itu). Ketika sampai di bandara Kuwait ternyata bukan hanya bagasi yang diperiksa. Orangnya juga harus diperiksa (digeledah) oleh petugas. Karena memakai jubah berwarna coklat kehitam-hitaman, petugas mengira bahwa saudara kita ini seorang perempuan berjilbab (mungkin dikira tren baru jilbab yang kerudungnya dapat dibuka ke belakang). Oleh karena itu ia diarahkan ke petugas perempuan. Tetapi entah karena apa, rupanya petugas perempuan ini akhirnya sadar bahwa saudara kita ini bukan perempuan, maka lalu diserahkan kembali ke bagian laki-laki. Setelah diperiksa ternyata ia lolos ujian karena memang tidak membawa barang-barang yang membahayakan.

Ketika naik pesawat lagi, penumpang bertambah banyak karena ada rombongan TKI perempuan yang mau pulang ke Indonesia. Dua atau tiga dari rombongan TKI ini mendapat tempat duduk dekat saudara kita ini. Rupanya selama penerbangan itu mereka bertanya-tanya satu sama lain apakah orang ini laki-laki atau perempuan. Mungkin malu juga hanya untuk menanyakan apakah engkau laki-laki atau perempuan. Maka mereka tunggu saja sampai di bandara sambil terus mengamati. Ketika sampai di Bandara Sukarno Hata, tiba-tiba satu dari antara mereka menjawil temannya sambil berbisik keras karena girang telah menemukan jawaban teka-teki, “Mbak, mbak, mbak,…jebule lanang e!” (Mbak, mbak, mbak..ternyata cowok !). Entahlah dari mana mereka tahu bahwa “perempuan berjilbab aneh” itu laki-laki. Coba tanyakan saja kepada saudara yang bersangkutan…

3 komentar pada “Ternyata Cowok e Mbak”

  1. F.Ngadilan
    04/01/2012 at 06:22

    benar, jubah para saudara dina itu lbh baik banyak dipakai, bukan hanya utk tren tetapi demi penghayatan iman saudara kita itu, sekaligus melestarikan semangat St. Fransiskus.sayang di Bandung tdk ada ordo ini.

  2. Ibe nakamaru Otsuka
    09/07/2011 at 07:53

    ha..ha…..
    parah juag itu para TKI masa tdak bisa bdakan mana cwok n mbak2, atau memang sekilas tdak ada bdanya brangkli ya. itu pengalaman bagus, unik dan langka.pasti yang brsangkutan tdak akan melupakannya. Gbu……..

  3. budi kris
    07/12/2009 at 09:03

    Wah asyik ya, kalau semua saudara Fransiskan semua memakai jubah nya.
    jaman sekarang apalagi, pasti tambah mempesona banyak umat
    untuk makin menghayati imannya ( sekarang sih sudah beriman ) tapi akan lebih kalik ya.
    setiap saya ikut ekaristi di gereja hati kudus saya selalu merasa lain ketika melihat para fransiskan menggunakan jubahnya.
    GBU

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *